Kamis, 07 Januari 2016

The End of "Apatis"



13 agustus 2015

Di sebuah kamar kos yang sunyi dan sepi, bersaranglah seorang remaja labil yang tepat 4 jam lalu sah menjadi anak kos.

Ya, aini namanya. Seorang remaja galau satu ini sekarang sudah benar- benar resmi menjadi anak kos. Anak kos yang benar- benar anak kos tentunya. Dimana tidak ada mama yang menemaninya di kamar sepi itu, seperti 2 hari yang lulu.

Aini sedang melamun dan berpikir apa yang akan terjadi di kehidupan perkulihannya nanti ketika pangilan masuk menggetarkan telfon kesayangnnya.

“assalamuaikum, halo kak” suara keibuan dari seberang sana itu membuat aini tersadar dari lamunannya.

“waalaikumsalam, oh.... mama iya kenapa ma” jawab aini. Kini, dadanya mulai terasa sesak akan sebuah rasa. Yaitu ‘rindu’.

“mama udah di rumah nih kak, kakak baik-baik ya di situ. Jangan lupa sholat sama makan yang teratur ya kak” .
“iya ma iya, doain kakak di sini ya ma”

“pasti kok tak doain,yaudah ya kak. Assalamualaikum”.

“waalaikumsalam ma”.

AINI POV

Hari ini aku benar-benar kacau. Baper dan galau tak kunjung pergi dari tadi. Tepat 4 jam lalu mama pulang kembali ke pamekasan.

Dan...... disiilah aku, Sendiriaan,kesepian dan membusuk (*alay mode on) di kamar baru ku ini.

“huaaaa ma ai galau” teriak ku sambil berguling di kasur baru ku ini. Mungkin jika ada orang melihat, mereka akan berpikir aku sedang kesurupan, di lihat dari dari badan kurus, mata sayu, dan katong mata  yang ku dapat dari efek menangis berjam jam.

Ku ambil hp ku untuk sekedar menghilangkan rasa galau ini. Ternyata banyak chat grup yang belum sempat ku baca. Apalagi kalu bukan grup kelas dan angkatan yang penuh dengan chat “semoga sukses”,”sampai jumpa” dan “hati-hati”. Tapi, Mata ku langsung tertuju pada grup ku dan sahabat-sahabat ku.

                FROM mamal yanik : Heh kunyuk, jangan ngenes terus. Selamat menikmati kosan yah.. :*
                FROM mamal ifa : Jangan lupa bahagia an, kuliah yang bener biar cantik :3

“dasar mereka gak bisa apa pake bahasa nornal, paling gak romantis gitu wkwk” ucap ku sambil menahan tawa atas pesan dari mereka.  

Yah... mereka sahabat yang baik. Kita kompak dengan ke anehan kita. Aneh memang bagaimana kita bisa bersahabat, padahal kita tidak pernah satu kelas selama SMA.

Well, tapi aku besyukur kita ber-3 merantau di kota yang sama, meski berbeda universitas. Ifa berada di unair dan yanik berada ITS, kampus idaman ku dulu dan (sampai) sekarang (baper lagi) :’).

FlashBack On

Suara bisking terdengar dari lantai 2 sekolah itu, SMA Negeri 1 Pamekasan. Sekolah favorit di kota kecil pamekasan.

GURU-GURU SEDANG RAPAT HARAP BELAJAR SENDIRI  

Satu kalimat yang  mampu membuat isi kelas-kelas  di sekolah itu bertebaran. Entah itu ke kantin, lapangan, perpustakaan dan kamar mandi.

Tidak ketinggalan pula tiga makhluk astral yang sedang berkumpul, dan entah bagaimana mereka telah membuat ikatan tidak tertulis yaitu ‘persahabatan’.

“heh kalian fisika udah sampe bab apa” ifa salah satu makhlus astral yang paling dewasa di antara yang lain menanyakan pertanyaan normal setelah sedari tadi mereka bertingkah aneh.

“gravitasi” jawab kedua sahabatnya yang lain dengan kompak.

“huaaaa yan kita jodoh ya” ucap aini sambil memeluk yanik yang tepat di sebelahnya. mahluk astral satu ini memang senang memeluk yanik, “biar pinternya nyalur” alasan konyol yang dia selalu dia lontarkan tiap di tanya kenapa suka peluk yanik.

 “idih ni jauh jauh gih” balas yanik dengan ekpresi  muka pura-pura risihnya karna di peluk sahabat tigginya itu.

 “eh belajar yuk, gak paham bab itu aku” sambung yanik lagi setelah pertengkaran kecil mereka.

 “belajar gravitasi mah gampang, lempar aja barang ke bawah, kan gravitasi tuh wkwk” celetus aini, kategori termalas di antara yang lain.

“pantes remidi mulu kamu kalo fisika an” ucap yanik sambil berpura pura menjauh.

“pantes jomblo”tambah ifa yang tidak mau kalah menggoda sahabatnya itu.

“yang jomblo masuk cepet, rapat guru mau selese, masuk kelas sana” suara teriakan opek teman mereka terdengar dari kejuhan. Membuat sahabat- sahabat itu harus kembali ke alam mereka masing-masing.

FlashBack Off

Ingatan itu kembali datang. Mengingatkan ku akan mereka, sahabat - sahabat yang menjadi salah satu nomer dari banyaknya list kebahagiaan ku. “yah liat aja nanti,semoga aja sukses kuliahnya” doa ku dalam hati sambil menutup mata dan tertidur.

18 agustus 2015

Pakaian putih, bawahan hitam dan dasi hitam, serta tak lupa ID card yang menggantung di leher. Apalagi kalau bukan OSPEK. Moment sakral yang di jalani semua umat mahasiswa baru

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

Tulisan besar dan gagah itu berdiri tegak di depan salah satu bagunan besar di kampus bela negara. Di depan tulisan megah itu pula umat mahasiswa baru berkumpul dan bersiap akan ‘OSPEK FAKULTAS’.
Di kejauhan nampak anak berkerudung putih berlari mendekat ke gerombolan para maba.

AINI POV


Dan disinilah aku, di kerumunan maba dan bersiap menjalani ospek fakultas. Tidak ada yang istimewa dari ospek ini. Kita para maba di giring ke bangunan terbesar di kampus ini ‘GIRI LOKA’ namanya. Setelah berbaris rapi, duduk dan menerima materi bela negara di susul dengan tanya jawab ke pada bapak rektor lalu pulang. Benar-benar tidak ada yang spesial.

Bohong jika aku berkata demikian.

Benar-benar bohong karena aku melakukan satu hal yang berbeda dari yang pernah kulakukan sebelumnya.

Well, memang ada yang aneh pada ku hari ini, biasanya di acara seperti ini aku ‘apatis’ dan malas berpartisipasi.

Tapi, entah mengapa ku hilangkan rasa itu dan mulai untuk ‘peduli’. Bahkan aku ikut serta dalam tanya jawab dengan bapak rektor, dan mengajukan diri sebagai relawan untuk menyiapkan barisan.  Ritual setiap materi di kampus bena negara ‘katanya’ . Mungkin efek salah satu janji ku dengan teman SMA ku opek. “iya janji gak apatis deh nanti pas kuliah” ucap ku  di salah satu event angkatan di masa putih abu-abu itu.

18 agustus 2015  14.40 WIB 

Tangan ku basah dengan kerengat ku sendiri, bebera menit yang lalu aku baru saja menyiapkan barisan ‘ satu fakultas’. SATU FAKULTAS !!   kalau perlu ku ulang, Jantung ku masih berdetak kencang dan belum bisa teratur. Tapi, aku lega aku setidaknya aku menepati janji ku.” Gak apatis satu kali udah lunasi janjikan” ucap ku dalam hati.

18 agustus 2015  15.00 WIB

Sekarang, disinilah aku di kamar kos sendirian, Ku hempaskan tubuh ku di atas kasur yang kurang dari seminggu ini ku gunakan. nafas ku masih naik turuh efek perjalanan dari kampus ke kos. Ku ambil ponsel kesayangan ku dari saku rok yang tak sempat ku cek  daritadi karna aku terlalu sibuk akan rasa takut ku maju ke depan menyiapkan SATU FAKULTAS !!   .





INNALILLAHIWAINILAIHI RAJIUN telah meninggal teman kita taufik rahman (opek) karna kecelakaan sepeda motor. Mari doakan alamarhum tenang di surga ya.

Serangkaian kata sedih yang ku terima dari official angkatan ku. Tanpa di komando air mata ku jatuh dan kenangan- kenangan ku bersama dia kembali berputar di otak ku.

Akan bagaimana dia pernah menjadi ketua kelas ku dan  akan serangakaian acara yang dia buat yang perlahan namun pasti merubah angkatan dan sifat apatis ku ini. Terimakasih, berkat mu aku lebih peduli, lebih mengerti, dan lebih paham akan sebuah kepemimpinan, usaha, dan kerja keras. Selamat tinggal kawan, dan sekali lagi terimakasih. 

Salah satu halaman dari buku kesayangan (bisa dibilang) 
yang sekarang menjamur di pojok rak buku :3


Leave a Reply